Thursday, March 19, 2009

Pasar Seni Gabusan Lemah Promosi

BANTUL, RABU - Perajin di Pasar Seni Gabusan atau PSG meminta pihak manajemen lebih berperan aktif dalam kegiatan promosi. Mereka berharap manajemen bisa bertindak sebagai trader, sementara para perajin sebagai suplier. Bila posisi trader bisa dijalankan, perajin yakin transaksi di PSG bisa melonjak.

Syamsul Arifin, perajin gerabah yang sudah empat tahun ini membuka kios di PSG, Rabu (22/10) mengatakan, selama di PSG omzet bulanannya hanya berkisar Rp 200.000 - Rp 300.000.

"Uang itu hanya habis untuk membayar tenaga jaga saja. Untuk menekan biaya, penjaga terpaksa saya gabungkan dengan kios lainnya. Dampaknya pelayanan ke pembeli jadi tak maksimal," katanya.

Menurut Syamsul, kelemahan PSG selama ini adalah soal promosi. "Pihak manajemen seharusnya bertindak sebagai Event Organizer (EO) atau trader yang tugasnya mendatangkan pembeli. Selama ini pembeli yang datang masih minim . Manajemen seharusnya bisa lebih fokus ke upaya-upaya mendatangkan buyer", katanya.

Selain peranan manajemen yang harus ditingkatkan, penataan PSG juga dinilai kurang. Bila dilihat dari luar, pengendara yang hilir mudik di Jalan Parangtritis masih banyak yang belum tahu kalau di dalam PSG ternyata menyajikan aneka kerajinan.

Dari luar PSG seperti lokasi yang sepi. Tidak tampak ada pedagang yang menjajakan hasil kerajinannya. Seharusnya di bagian luar sudah tampak barang-barang kerajinanannya, supaya menarik minat pengunjung untuk masuk ke dalam. Kalau situasi luarnya saja sepi, bagaimana mungkin pengunjung bisa tertarik masuk ke dalam, kata Suradi, perajin tatah sungging yang juga memiliki kios di PSG.

Menanggapi masalah tersebut General Manager PSG Triwibowo S Nuswa mengakui belum memiliki tenaga khusus pemasaran. "Kami memahami kenginan perajin, tetapi kami juga tidak bisa berbuat banyak karena memang belum ada tenaga marketingnya," katanya.

Menurut Triwibowo, pihaknya tengah berusaha menjalin kerjasama dengan sejumlah tenaga marketing di Jakarta, yang biasanya mendatangkan buyer asing. "Tetapi karena sifatnya tidak secara khusus menangani PSG, peranan mereka juga tidak bisa terlalu diharapkan," katanya.

Manajemen berharap Pemkab Bantul turut membantu menyelesaikan masalah tersebut, agar keberadaan PSG tidak sia-sia.

compas.com

Craft Center Jabar

jumat, 2 Januari 2009 | 05:27 WIB

BAGI wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung dan menyukai produk kerajinan, cobalah datang ke gedung Jabar Craft Center yang berlokasi di Jalan Ir H Juanda Nomor 19. Di gedung itu setidaknya dipampang lebih dari 150 jenis barang kerajinan dari seluruh Jawa Barat.

Wakil Sekretaris Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jabar Odi Muhamad Gahara di Bandung, Kamis (1/1), mengatakan, Jabar Craft Center buka setiap hari pukul 09.00-16.00, kecuali pada hari libur nasional. Gedung itu terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya.

Produk yang dipajang seperti wayang, angklung, patung bebek, asbak dari batu alam, bola, jaket, boneka, border, batik tulis, anyaman mendong, kerajinan tempurung kelapa serta tanduk, golok hias, tas, gerabah atau keramik, vas, topeng, kaligrafi, lukisan kaca, mainan edukatif, jam dinding, dan lampu gentur. Selain itu, terdapat pula miniatur pesawat terbang, perahu, dan alat musik.

Perajin yang menitipkan produk untuk dipamerkan tidak dipungut biaya. Lokasi bangunan pun strategis, karena berada di jalan utama Kota Bandung. Gedung yang dibuka dua tahun lalu itu terdiri dari tiga lantai. Dua lantai di antaranya untuk memajang produk.

Oleh karena itu, gedung tersebut juga ditujukan bagi pedagang produk kerajinan.
Harga produk yang dijual di Jabar Craft Center cukup murah. Suling, misalnya, dijual Rp 5.000-Rp 15.000, wayang kecil Rp 25.000, dan asbak batu alam Rp 50.000. “Sayangnya, tidak semua bisa dijual seperti bola, boneka, dan jaket, karena perajin hanya mengirimkan contoh produk,” kata Odi.

Pedagang kerajinan dari Amerika Serikat Becky Robertson mengatakan, produk yang diimpor dari Jabar yaitu mangkuk, cincin, kalung, dan kerajinan dari batu alam. Batu di Jabar sangat bagus untuk dijadikan hiasan. Bentuknya menarik dan baik.

“Di Amerika Serikat tidak ada batu seperti di Jabar. Tapi, kontrol kualitas produknya masih lemah,” kritiknya.

Selain itu, harga yang ditawarkan sering lebih tinggi hingga 40 persen bila diketahui pembelinya berasal dari luar negeri. “Kalau saya membeli produk kerajinan dalam jumlah besar, masih ada yang tidak cukup baik dan saya mempertanyakan produk itu,” katanya.

compas.com

Unik di Pameran Kerajinan Nusantara

BERAGAM produk kerajinan di Indonesia, bisa dilihat pada Pameran Produk Unggulan KUKM Nusantara, SME'sCO Festival 2008 di Hall A & B Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat. Pameran berlangsung hingga 3 Agustus mendatang.

Memikat mata pengunjung di antaranya adalah kerajinan miniatur yang disebut seni liping dari Solo, Jawa Tengah. Maryano sang seniman mengatakan bahwa produknya yang terbuat dari kayu hanya khusus dibuat di Solo.

Karya seni miliknya juga sempat memenangkan lomba desain kerajinan Nasional. Pada pameran ini kerajinannya juga dijual kepada pengunjung dengan harga antara Rp 25 - 150 ribu.

Selain itu juga ada kerajinan kulit dari Sanggar Wayang Kulit Wahono Purwocarito. Kerajinan kulit ini sempat ekspor ke Jepang sama dengan kerajinan patung yang terbuat dari buah kelapa karya Sanggar Seni Samiaji dari Subang, Jawa Barat. FIA

compas.com

Wednesday, December 24, 2008

Jalan-jalan dibringharjo

By : amelia istiana
Tanggal 24 desember 2008

Hari libur ini, saya bersama teman kuliah, bernama novi,,!! berencana jalan kemalioboro yang terdapat diyogjakarta.. tahulah kota yang terkenal kota pelajar dan kota seni bunget. kebetulan saya mengantar novi untuk beli tas dibringharjo. sering seh saya belanja ketempat itu. yang saya kagetkan. kita berdua berjalan yang belum pernah kita kunjungi ya dibringharjo juga, tapi tempatnya beda. lumayan jauh. anggak kedalam.. bringharjo!!
suatu tempat kerajinan tangan dari bambu, rotan,dll. dan dibuat untuk tas, tempat pensil, pajangan dinding, yang bambunya diukir.. pokoknya masih banyak lagi!! yang lucunya dan uniknya tas dibuat seperti semangka dan buah lainnya!! hari ini saya senang sekali walau cuapekkk banget jalannya, tapi terbalas setelah kerajinan tsb. . salah satu contoh tas seperti disebelah kiri ini. mungkin lain kali akan saya liput atau saya beri gambar lainnya.